Sebuah artikel di
VIVAnews kanal Kosmo menarik perhatian saya. Mungkin istilah anak muda sekarang
sih ya... "kena di hati" kali. Artikelnya sendiri setelah saya edit
ulang ya seperti inilah isinya :
Tak ada pasangan yang
menikah untuk bercerai. Tapi bila perceraian itu pun harus terjadi, bukan
berarti hidup harus berhenti, kan ? Memang tak ada satupun strategi tunggal
yang jitu untuk langsung melenyapkan rasa sakit dan kehilangan akibat
perceraian.
Hanya waktu, yang akan
memudarkan efek perceraian itu secara perlahan-lahan.Meskipun begitu ada
beberapa strategi yang bisa dilakukan untuk membangun kembali kehidupan pasca
perceraian yaitu :
1. Jangan Sendirian, bergabunglah
dengan kelompok pendukung. Bila tak punya, maka bangunlah.Kelompok pendukung
tersebut bisa berupa teman, keluarga, tetangga atau siapapun yang anda merasa
cukup dekat dan nyaman untuk tempat berbagi.
2. Menjadi pribadi baru. Bila
sebelumnya kita dikenal sebagai Bapak anu, suami nya si anu, setelah bercerai
tentu status tersebut berubah. Perubahan yang seringkali membuat tak nyaman.
Siapkan diri anda menjadi seorang lajang kembali dengan pribadi yang baru.
Bereksplorasilah untuk menemukan cara melalui perasaan gamang tersebut.
“Mulailah melakukan hobi
baru. Temukan aktivitas dan kesenangan-kesenangan baru Perluaslah diri anda.
Perbanyak kesibukan dengan cara yang konstruktif, demikian saran seorang pakar.
3. Minimalkan dampak bagi anak-anak.
Rasa sakit akibat perceraian memang tak terhindarkan. Tapi orang tua yang
berpisah bisa meminimalkan dampak buruk bagi anak-anak dengan tetap bersikap
ramah sebisa mungkin.
“Anda bergelut dengan
perasaan sedih dan terluka, tapi selalu hindari mengkritik mantan pasangan di
depan anak-anak,”
Membacanya lumayan sempat
membuat terhanyut (tepatnya 'nglamun...) karena judulnya cukup memancing
perhatian secara spontan. Mungkin karena sikon diri yang lagi "nyorangan"
lagi kali. Semoga juga bermanfaat ya terutama buat netter yang punya status
sama dengan saya alias lagi nyorangan lagi !
Tidak ada komentar:
Posting Komentar